Panduan Modul 09: Farmasi & Penyerahan Obat (Dispensing)
Modul Farmasi digunakan oleh Apoteker dan Tenaga Teknis Kefarmasian klinik untuk menerima resep digital yang dikirimkan oleh dokter hewan, memverifikasi sediaan obat jadi maupun racikan, mencetak etiket aturan pakai (signa), serta menyerahkan obat kepada pemilik pasien.
1. Antrean Resep Masuk dari Dokter
Siapa yang Bertugas?
Apoteker / Paramedis Farmasi.
Alur Penerimaan Resep:
- Masuk ke menu Farmasi & Resep (
/panel/pharmacy). - Layar antrean farmasi menampilkan daftar resep baru secara real-time sesaat setelah dokter hewan mengesahkan rekam medis (EMR) di ruang periksa.
- Setiap baris antrean resep memuat:
- Nomor Resep Digital.
- Nama Pasien dan Pemilik.
- Nama Dokter Penulis Resep (DPJP).
- Waktu Resep Masuk.
- Status Resep (🟢 Menunggu Diramu, 🟡 Sedang Diracik, 🔵 Siap Diserahkan, ⚫ Selesai).
- Klik tombol Buka Resep untuk melihat rincian sediaan obat yang diresepkan.
2. Penyiapan Sediaan Obat Jadi & Obat Racikan
Di dalam lembar detail resep, obat dipisahkan ke dalam dua kategori pengerjaan:
A. Obat Jadi (Non-Racikan)
- Obat kemasan pabrikan seperti tablet strip, sirup botol, salep mata, atau cairan injeksi.
- Apoteker mengambil kemasan obat sesuai jumlah dan dosis yang tertulis di resep.
- Sistem otomatis mencocokkan nomor batch dan tanggal kedaluwarsa (expiry date) obat yang tersedia di apotek.
B. Obat Racikan (Puyer / Kapsul / Sirup Campuran)
- Menampilkan rincian bahan aktif yang harus dicampur oleh apoteker.
- Menampilkan jumlah bungkus puyer atau kapsul yang harus dibuat (contoh: Dibuat menjadi 10 bungkus puyer).
- Apoteker menimbang dan menggerus obat, memasukkannya ke dalam cangkang kapsul atau kertas puyer, lalu memasukkannya ke dalam plastik klip obat.
3. Mencetak Etiket Aturan Pakai (Label Signa)
Setiap obat yang diserahkan ke klien wajib memiliki etiket label aturan pakai yang jelas demi keselamatan pengobatan pasien:
- Klik tombol Cetak Etiket di baris obat bersangkutan.
- Vetrivo mendukung pencetakan langsung ke printer label stiker thermal (ukuran 50x30 mm atau format kertas standar).
- Informasi Otomatis pada Etiket:
- Logo dan Nama Resmi Klinik Hewan.
- Tanggal Penyerahan Resep.
- Nomor Rekam Medis (No. RM) & Nama Pasien (contoh: Milo (Kucing)).
- Nama Pemilik (contoh: Bpk. Hendra Gunawan).
- Nama Obat & Kekuatan Sediaan (contoh: Amoxicillin 250 mg).
- Aturan Pakai yang Jelas (contoh: Diminum 2 x sehari 1 tablet sesudah makan).
- Indikator Warna Etiket Standar:
- ⚪ Etiket Putih: Untuk obat yang diminum lewat mulut (oral).
- 🔵 Etiket Biru: Untuk obat luar (salep kulit, tetes mata, tetes telinga).
- Tempelkan stiker etiket pada plastik obat atau botol sirup bersangkutan.
4. Penyerahan Obat & Edukasi Klien (Dispensing Handover)
Setelah semua sediaan obat dan etiket selesai disiapkan:
- Ubah status resep menjadi Siap Diserahkan.
- Panggil nama pemilik pasien ke meja penyerahan farmasi.
- Lakukan Edukasi Pemakaian Obat:
- Cocokkan kembali identitas pasien dan nama pemilik.
- Jelaskan fungsi masing-masing obat (misal: obat antibiotik untuk infeksi, obat anti-radang untuk menurunkan bengkak).
- Jelaskan cara memberikan obat ke pasien (misal: digerus dicampur sedikit wet food atau disuap langsung memakai spuit).
- Tegaskan pentingnya menghabiskan obat antibiotik sesuai anjuran dokter.
- Klik tombol Selesai & Serahkan Obat.
- Dampak Otomatis di Sistem:
- Kuantiti stok obat di kartu inventaris apotek cabang otomatis terpotong secara real-time.
- Rincian biaya obat terhubung ke kasir untuk proses pembayaran invoice.
5. Kondisi Khusus & Penanganan Masalah
A. Stok Obat Resep Habis atau Tidak Mencukupi (Substitusi Obat)
- Jika sediaan obat yang diresepkan dokter habis di gudang farmasi:
- Apoteker dilarang mengganti merek atau zat aktif obat secara sepihak.
- Klik tombol Konsul DPJP / Minta Koreksi Resep pada resep digital bersangkutan.
- Beri catatan obat pengganti dengan zat aktif dan kekuatan setara yang tersedia di apotek (contoh: Amoxicillin sirup habis, usul ganti Clavamox drop).
- Dokter pemeriksa akan menerima notifikasi di ruang periksa untuk menyetujui perubahan resep dalam satu klik.
B. Pemilik Meminta Tebus Sebagian Resep (Partial Dispensing)
- Bila pemilik terkendala anggaran biaya dan meminta membeli separuh dari jumlah obat:
- Buka lembar resep, ubah kuantiti tebus (misal: dari 14 tablet menjadi 7 tablet).
- Sistem menghitung ulang total harga secara otomatis dan menandai resep dengan status Tebus Sebagian.
- Apoteker wajib mengedukasi pemilik bahwa sisa obat harus segera ditebus kembali sebelum jadwal minum habis, terutama untuk terapi antibiotik.
C. Obat Racikan Tumpah atau Rusak saat Pembuatan
- Jika bahan obat puyer tumpah atau kemasan sirup pecah saat proses peracikan:
- Jangan memasukkan biaya penggantian bahan yang rusak ke tagihan pasien.
- Ambil bahan pengganti dari gudang, lalu buat pencatatan di menu Logistik > Penyesuaian Kerusakan Bahan (Waste Log) dengan memilih kategori alasan Kerusakan saat peracikan di apotek.
6. Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
Q: Kapan stok obat resmi terpotong dari sistem komputer?
A: Kuantiti stok terpotong saat apoteker mengonfirmasi penyerahan obat atau saat invoice kasir diterbitkan lunas. Hal ini mencegah selisih stok jika ada resep dokter yang dibatalkan atas permintaan pemilik.
Q: Bagaimana jika printer label stiker macet saat mencetak etiket?
A: Buka kembali resep bersangkutan, lalu klik tombol Cetak Ulang Etiket. Anda dapat mencetak ulang stiker aturan pakai tanpa memengaruhi stok maupun tagihan.
Q: Apakah dokter bisa melihat ketersediaan stok obat saat sedang mengetik resep di EMR?
A: Ya. Saat dokter memilih nama obat di lembar rekam medis, sistem menampilkan sisa angka stok terkini di apotek cabang bersangkutan. Jika stok nol, nama obat akan ditandai dengan peringatan stok habis.